Senin, 13 April 2020

Cerpen Coronavirus

Pencegahan Coronavirus





 Hai namaku Abian, aku sangat suka bermain bersama teman-temanku. Aku mempunyai tiga teman, Keysa, Lio, dan Jerome. Karena Covid-19, aku dan temanku tidak bisa bermain lagi.

"Mengapa harus ada virus yang datang ke negara kita?" Tanya Keysa dengan kesal.
"Aku juga bingung Key." Jawab Jerome dengan murung.
"Bagaimana jika kita bermain sebentar saja setiap sore hari." Usul Lio yang sedang duduk di bangku taman.
"Tapi kita tidak boleh berada dikeramaian dan tidak boleh berkumpul." Ucap Abian dengan cemas. 
"Alah! Kamu tidak usah sok deh, paling ini hanya virus biasa." Ucap Lio dengan lantang.
"Iya tuh." Jawab Jerome.
"Teman-teman, kalau yang namanya virus ya tetap virus dan bisa menyebar ke tubuh siapa saja." Jawab Keysa dengan halus.
"Baiklah maafkan aku ya." Ucap Jerome.
"Iya, maafkan aku juga." Ucap Lio.
"Tetapi bukan hanya itu saja cara pencegahan Covid-19." Ucap Jerome.
"Apa saya Her?." Ucap Keysa.
"Kita harus mencuci tangan dengan benar, menjemur tubuh jam 10 pagi, memakai masker jika sakit, menghindari keramaian dan menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit." Jawab Jerome.
"Wah... Keren kamu ya, bisa tahu cara pencegahan Covid-19." Ucap Keysa.
"Hehe, aku juga di beritahu ibuku." Jawab Jerome.

Mereka pun pulang kerumah masing-masing karena sudah sore hari. Lama-kelamaan, suasana di taman sepi dan tidak ada pengunjung karena untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Unsur-unsur:
• Tema: Covid-19
• Tokoh: Abian, Keysa, Lio, Jerome, Ibu Jerome
• Watak: Protagonis (baik)
• Latar: Sore hari di taman
• Alur: Maju
• Sudut pandang: Sudut pandang orang ketiga
• Amanat: Kita harus menghargai pendapat orang lain.




Rabu, 08 April 2020

Persahabatan kerbau dan gajah


Nama: Daffa Atiqah Salsabila
Absen: 9

Persahabatan kerbau dan gajah    

Di zamah dulu di hutan yang lebat, bermain kerbau bersahabat baik dengan Gajah mulai dari mencari makan sampai bermain di padang rumput, mereka selalu bersama-sama.
Suatu hari, kompilasi mereka sedang bermain di padang rumput, tiba-tiba Raja Raksasa datang.
Rupanya ia ingin mengumpulkan Kerbau dan Gajah. Namun, karena Kerbau sudah menyelamatkan diri, hanya Gajah yang diambil.
Tertangkapnya Gajah membuat Kerbau merasa sedih. Ia takut jika ia akan kehilangan sahabatnya selama-lamanya.
"Bagaimana ini? Aku harus menyelamatkan Gajah," gumam Kerbau, khawatir.
Kerbau terus berpikir, bagaimana cara menyelamatkan Gajah. Tapi, tak mungkin ia melawan Raja Raksasa. Tubuh Raja Raksasa sangat besar, bahkan lebih besar dari Gajah.
"Ah, aku akan mencoba membicarakan Raja Raksasa. Siapa tahu, aku bisa meminta dengan baik-baik dan Raja Raksasa akan menjawabku," pikir Kerbau. Demi menyelamatkan sahabatnya, Kerbau memberanikan diri menyerahkan Raja Raksasa di istana guanya.




Cerita Dongeng Fiksi: Persahabatan Kerbau dan Gajah
Cerita Dongeng Fiksi: Persahabatan Kerbau dan Gajah

Sesampainya di gua istana Raja Raksasa, Kerbau bersembunyi di luar gua. Ia mengintip apa yang terjadi di dalam gua. Raja Raksasa tampak sangat senang, sementara Gajah tampak menarik dari dalam kandangnya sangat besar.
"Mimpiku selalu benar. Semalam, aku bermimpi akan memakan daging gajah. Sekarang mimpi itu akan menjadi kenyataan. Hmm, malam ini pasti aku akan sangat kenyang," ucap Raja Raksasa sambil mengelus perutnya yang buncit.
Mendengar terima Raja Raksasa, Kerbau mendapat ide. Ia pun segera memenangkan Raja Raksasa.
"Aku bermimpi menikahi raja raksasa. Mungkin itu juga akan menjadi tantangan." teriak Kerbau.
Raja Raksasa yang tak pernah ditangkap Kerbau pun kaget. Ia pergi marah, namun tiba-tiba ia terdiam. Ia menghargai mimpi Kerbau. Selama ini, ia sangat percaya dengan mimpi.
"Kau tak boleh menikahi istriku!" Teriak Raja Raksasa.
"Kalau aku tidak bisa menikahi Permaisuri, maka kau juga tidak bisa menerima Gajah," balas Kerbau.
Raja Raksasa menjadi bingung. Ia ingin sekali makan daging Gajah. Tapi, ia juga sangat menyukai dia. Akhirnya, Raja Raksasa mengalah. Ia melepaskan Gajah agar Kerbau tak menikahi permaisuri. Gajah pun bebas dan bisa kembali ke hutan bersama Kerbau.
"Ternyata kau sangat cerdik, Kerbau. Terima kasih sudah menolongku," ucap Gajah mengkompilasi mereka kembali ke hutan.
"Sama-sama, Gajah. Apakah gunanya sahabat," jawab Kerbau. Ia senang karena bisa menolong Gajah, sahabatnya.
Sementara itu, Raja Raksasa baru sadar. Karena itu, mimpi hanya untuk tidur. Ia pun menyesal. Karena percaya mimpi, ia tak jadi menyantap Gajah
Unsur cerita persahabatan kerbau dan gajah 

Alur: maju
Latar: hutan
Tokoh: gajah (pembeni), Kerbau (baik hati, pemberani dan cerdik), Raja raksasa (jahat)
Sudut pandang: sudut pandang orang ketiga
Amanat: sesama sahabat harus saling tolong menolong